Cerita Pedagang di Pasar Taman Puring Selamatkan Barang dari Api

, Jakarta - Para pedagang di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kalang kabut menyelamatkan barang dagangan mereka saat kebakaran melanda pasar yang terletak di Jalan Kyai Maja itu pada Senin petang, 28 Juli 2025. Diperkirakan sebanyak 500 kios di pasar itu ludes terbakar.
Pada Senin malam, Radiyanto, 47 tahun, terlihat berdiri di samping barang dagangan yang berhasil ia selamatkan. Pedagang audio mobil itu hanya bisa melihat dari jauh para petugas pemadam kebakaran (damkar) berupaya memadamkan api.
Kebakaran pasar itu terjadi ketika ia sudah menutup toko dan bersiap pulang. Pada saat itu, ia mendengar teriakan “Kebakaran, kebakaran!” dari area tengah pasar. Spontan ia menelepon penjaga kios lainnya yang sudah pulang terlebih dahulu. “Kami selamatkan (barang) sedapatnya, selebihnya enggak ketolong,” kata Radiyanto, yang biasa disapa Eno, saat ditemui di lokasi.
Pedagang lain bernama Ikang, 35 tahun, sedang sibuk mengutak-atik audio mobil ketika asap kebakaran pertama muncul. Berbeda dari Eno yang berjualan di pasar bagian bawah, kios yang dijaga Ikang berada di lantai atas.
Menurut Ikang, asap sudah terlihat menjelang pukul 18.00 WIB. Orang-orang di sekitarnya pun berteriak. “Dari situ kami panik, langsung ngeluarin barang,” ujarnya.
Di tengah kerumunan yang berlalu-lalang pada Senin malam, seorang perempuan berjilbab duduk di tanah, dengan tatapan kosong ke arah Pasar Taman Puring yang hangus. Sama seperti Eno dan Ikang, perempuan bernama Vina Agustina itu juga menjaga barang dagangan yang berhasil diselamatkan dari api.
Suami Vina juga berjualan audio mobil, seperti banyak pedagang yang membuka lapak di bagian luar pasar. Pada sore hari, perempuan berusia 38 tahun itu baru saja sampai di rumah ketika mendengar kabar ada kebakaran di Taman Puring.
Pasangan suami istri yang tinggal dekat Pasar Taman Puring itu lantas kembali untuk memboyong barang-barang ke luar toko. Namun, tidak semuanya bisa terselamatkan. “Enggak semuanya, cuma sebagian,” ujar Vina kepada Tempo di lokasi.
Suami Vina telah berjualan di Pasar Taman Puring selama lebih dari 20 tahun. Karenanya, ia ingat dulu kebakaran juga pernah terjadi di pasar itu, meski ia tidak hafal persis tahun kejadiannya. “Dulu udah dua kali kebakaran,” kata dia.
Vina dan suaminya dikaruniai tiga orang anak. Berjualan di Pasar Taman Puring menjadi satu-satunya mata pencaharian mereka untuk menafkahi anak-anak itu. Vina ingat betul masa-masa sulit yang mereka alami setelah kebakaran sebelumnya. “Harus mulai dari awal,” tuturnya.
Sekarang, kesulitan itu harus kembali mereka lalui. Terlebih lagi di tengah penjualan yang lesu. Pasar yang menjadi surga barang bekas itu biasanya ramai pengunjung. “Belakangan ini sepi,” ujar dia.
Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pendataan guna meringankan beban para pedagang Pasar Taman Puring. “Entah berupa bantuan atau upaya percepatan pembangunan tanpa pungutan pedagang,” kata Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansuri dalam keterangan tertulis.
Ada sekitar 500 unit toko di Pasar Taman Puring yang dilahap api. Berbagai jenis barang dijual di toko-toko tersebut; mulai dari pakaian, sepatu, hingga alat elektronik.
Menurut keterangan tertulis dari Command Center Damkar, kebakaran di Taman Puring terjadi pada pukul 18.02 WIB. Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 34 unit truk damkar ke lokasi. Mereka tiba pukul 18.08 WIB dan memulai operasi pemadaman pada 18.10 WIB.
Menurut pantauan Tempo di lokasi, api tak kunjung padam hingga pukul 20.00 WIB. Sampai mendekati pukul 21.00 WIB, para petugas damkar masih melakukan proses pendinginan kebakaran. Hingga berita ini diterbitkan, polisi dan damkar belum mengungkap penyebab kebakaran tersebut.